ANALISIS KARAKTERISTIK KUALITATIF MUTU LAPORAN KEUANGAN

 

Nama : Tri Mega Batubara

Kelas  : BK-5A

AK. PERBANKAN – ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BANK MANDIRI BERDASARKAN KARAKTERISTIK KUALITATIF MUTU

Tabel Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (lanjutan)Tahunan pada Bank Mandiri.


1.       Relevan (Relevance)

Laporan keuangan dikatakan relevan jika dapat mempengaruhi pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Artinya, informasi yang disajikan pada laporan keuangan dapat membantu pengguna dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan sehingga dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Jika pengguna adalah investor, maka laporan keuangan dapat membantunya dalam pengambilan keputusan apakah akan melanjutkan atau menghentikan investasinya pada suatu entitas.

Berikut Catatan Atas Laporan Keuangan Bank Mandiri:

Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian

Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Bank dan Entitas Anak adalah seperti dijabarkan di bawah ini:

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan harga perolehan, kecuali untuk aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual, aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan seluruh instrumen derivatif yang diukur berdasarkan nilai wajar dan aset tanah yang diukur pada nilai wajar sejak 1 April 2016. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan akuntansi berbasis akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas-aktivitas operasional, investasi dan pendanaan. Pos-pos dalam penghasilan komprehensif lainnya disajikan terpisah antara akun-akun yang akan direklasifikasikan ke laba rugi dan akun-akun yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi.

Jadi, Syarat syarat Relevan nya suatu Laporan Keuangan yaitu:

-         -  Informasi memiliki manfaat umpan balik

Pada Laporan Posisi Keuangan Bank Mandiri informasi yang disajikan dapat membuat pengguna mengoreksi rencana serta harapan atau ekspektasi dimasa lalu(tahun 2018). Seperti yang pada gambar Laporan Keuangan diatas adanya rencana Bank Mandiri dalam pengukuran pengukuran untuk setiap laporan keuangan.   

-          - Informasi memiliki manfaat yang prediktif

Pada Laporan Posisi Keuangan Bank Mandiri informasi yang disajikan dapat membantu pengguna dalam memperkirakan keadaan dimasa mendatang dengan perbandingan hasil dimasa lalu(thn 2018) dan masa kini(thn 2019).

-         -  Tepat Waktu

Pada Laporan Posisi Keuangan Bank Mandiri informasi yang disajikan tepat waktu (disajikan kepada pihak Eksternal) yaitu pada 31 desember 2018 dan 31 desember 2019, dimana akan berguna serta mempengaruhi proses pengambilan keputusan.

-          - Lengkap

Pada Laporan Posisi Keuangan Bank Mandiri informasi yang disajikan secara lengkap dan jelas serta mencakup semua informasi yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan hambatan yang terjadi. Bisa dilihat dari situs resmi bank Mandiri yang sangat lengkap seperti seluruh laporan keuangan ada, catatan atas laporan keuangan, struktur pemimpin, dan lain lain.

2.       Keandalan (Realibility)

Arti andal adalah jika informasi pada laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan, dan kesalahan yang signifikan/material. Informasi yang disajikan sesuai dengan bukti transaksi yang terjadi, tidak dimanipulasi dan diada-adakan. 

Berikut Catatan Atas Laporan Keuangan Bank Mandiri:

Laporan keuangan Entitas Anak yang bergerak dalam bidang perbankan syariah disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 101 (Revisi 2016) tentang “Penyajian Laporan Keuangan Syariah”, PSAK No. 102 (Revisi 2016) tentang “Akuntansi Murabahah”, PSAK No. 104 (Revisi 2016) tentang “Akuntansi Istishna”, PSAK No. 105 tentang “Akuntansi Mudharabah”, PSAK No. 106 tentang “Akuntansi Musyarakah”, PSAK No. 107 (Revisi 2016) tentang “Akuntansi Ijarah”, PSAK No. 110 (Revisi 2015) tentang “Akuntansi Sukuk”, PSAK No. 111 tentang “Akuntansi Wa’d” dan PSAK lain selama tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) (Revisi 2013). Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.

Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, dibulatkan dan disajikan dalam jutaan Rupiah (“Rp”), kecuali dinyatakan lain.

Agar laporan keuangan dapat diandalkan hendaknya memenuhi kriteria berikut:

-         -  Penyajian jujur (faithful representation)

Pada Laporan Posisi Keuangan Bank Mandiri informasi yang disajikan secara jujur dalam bertransaksi. Sesuai pernyataan dalam CALK diatas , bahwa laporan ini sudah disusun berdasarkan PSAK.

-          - Dapat Diverifikasi

Pada Laporan Posisi Keuangan Bank Mandiri informasi yang disajikan dapat diuji, dan jika pihak berbeda ingin melakukan pengujian juga maka hasilnya tetap menunjukkan kesimpulan yg tidak jauh berbeda atau hampir sama.

-          - Netralitas (neutrality)

Pada Laporan Posisi Keuangan Bank Mandiri informasi yang disajikan mengarah pada kebutuhan umum, tidak ada berpihak kepada pihak tertentu. Dapat dilihat pada CALK, dikelompokkan nya atau diklasifikasikan suatu aset, liabilitas dan lainnya. Agar semua biaya transaparansi ke publik.  

-          - Pertimbangan sehat (prudence)

Pada Laporan Posisi Keuangan Bank Mandiri informasi yang disajikan hati hati dalam melakukan prakiraan pada kondisi tidakpasti. Adanya klasifikasi setiap entitas laporan keuangan.

-         -  Kelengkapan (completeness), lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.

Pada Laporan Posisi Keuangan Bank Mandiri informasi yang disajikan lengkap dalam batasan matearialitas dan biaya.

3.       Dapat Dibandingkan (Comparability)

Laporan keuangan yang disajikan harus dapat dibandingkan dengan periode sebelumnya atau dengan entitas yang sejenis. Tujuanya adalah agar pengguna mendapatkan gambaran tentang perkembangan atau tren keuangan suatu entitas. Makanya laporan keuangan selalu disajikan komparable dengan tahun sebelumnya.

Untuk mencapai tujuan ini, entitas harus menerapkan kebijakan akuntansi yang konsisten dari satu periode ke periode berikutnya, dan jika ada perubahan kebijakan yang disebabkan standar yang berubah, maka harus diungkapkan. 

Pada Laporan Posisi Keuangan Bank Mandiri informasi yang disajikan thn 2019 dapat dibandingkan dengan laporan posisi keuangan periode sebelumnya thn 2018. Dana dalam melakukan perbandingan secara eksternal karna entitas yang dibandingkan mengimplementasikan kebijakan akuntansi yang sama. Dapat juga dilihat pada pertumbuhan laporan keuangan dari tahun sebelumnya. Juga dapat dibandingkan ke seluruh bank lain , jika memang perlu Bank Mandiri telah sedia menyiapkan laporan keuangannya.

4.       Konsistensi

Penggunaan standar dari periode satu ke periode lainnya tanpa perubahan kebijakan atau prosedur, yang berkaitan erat dengan keterbandingan.

Pada Laporan Posisi Keuangan Bank Mandiri informasi yang disajikan secara konsisten karna entitas dana yang dibandingkan mengimplementasikan kebijakan akuntansi yang sama. Konsistensi itu sendiri perlu diperhatikan, terkait dengan kondisi eksternal dan internal perusahaan. Adapun jika berubah bila memang diperlukan untuk meningkatkan kualitas informasi dari suatu laporan keuangan.  Pertumbuhan suatu laporan keuangan dari tahun ketahun juga konsisten bahkan mengalami pertumbuhan kenaikan.

 

Untuk Tambahan

Sesuai PSAK terbaru Instrumen Keuangan yaitu PSAK 71, Bank Mandiri juga sudah menyediakan Cadangan Kerugian nilai aset Keuangan yaitu pada pelaksanaan kredit.

Berikut CALK nya:

Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan (lanjutan)

(a) Aset keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi (lanjutan) Khusus untuk kredit yang diberikan, Grup menggunakan kriteria tambahan untuk menentukan bukti obyektif penurunan nilai sebagai berikut:

1. Kredit yang diberikan dengan kolektibilitas Kurang Lancar, Diragukan dan Macet (kredit non-performing) sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 14/15/PBI/2012 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum dan Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) No. 15/28/DPNP tanggal 31 Juli 2013 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum.

2. Semua kredit yang direstrukturisasi

Grup pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif penurunan nilai atas aset keuangan. Penilaian secara individual dilakukan atas aset keuangan yang secara individual mengalami penurunan nilai yang signifikan, dengan menggunakan metode discounted cash flows.

KESIMPULAN

Dari seluruh Analisis Karakteristik kualitas Mutu Laporan Keuangan yang telah dilakukan, maka Bank Mandiri dapat dikatakan BERKUALITAS. Juga Didukungnya peraturan PSAK 71 yang terbaru tentang Cadangan Kerugian atas Kredit , Bank Mandiri siap diadu.

Terimakasih 

Untuk melihat laporan keuangan bank mandiri secara utuh dapat melihatnya langsung dri web resmi bank mandiri 

https://www.bankmandiri.co.id/web/ir/annual-reports




Komentar

  1. Mantappp bgt ka wawasan saya jdi bertambah

    BalasHapus
  2. Keren bangaet kk, berkat kk saya tqu sekarang yg digunakan adalah psak 71 🙏

    BalasHapus
  3. Bagusss , terimakasih bisa jadi referensi buat saya

    BalasHapus
  4. Bagus deh sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. Tugas sudah diterima, terimakasih

    BalasHapus
  6. Tugas sudah diterima, terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Akuntansi GWM pada Laporan Keuangan Bank